Seminar Nasional “New Media: Akhir Media Konvensional?”

Agenda November 17th, 2008

Host: Aliansi Jurnalis Independen
Type: Meetings - Convention
Network: Indonesia
Date: Thursday, November 27, 2008
Time: 9:00am - 3:00pm
Location: Sanur Beach Hotel
Street: Jl Merta Sari Semawang Sanur
Phone: 62213151214
Email: sekretariatnya_aji@yahoo.com

Description

Pembicara:
1. Turochas Fuad, Head of Mobile Yahoo, Southeast Asia
2. Handhi S Kentjono, Direktur MNC
3. Budiono Darsono, CEO Detikcom
4. Agung Adiprasetyo, CEO Kelompok Kompas Gramedia
5. Aditya Chandra Wardana, Phd, Direktur PT IndoPacific Edelman
6. Enda Nasution, blogger Indonesia.

Moderator: Bambang Harymurti

MELUASNYA pemakaian teknologi digital sebagai pengantar informasi telah membuka jalan bagi Indonesia memasuki era New Media. Sejumlah grup industri media besar nasional secara strategis telah menyiapkan langkah konvergensi isi melalui dunia digital. Internet menjadi teknologi konvergensi yang menyatukan berbagai platform media dalam satu bentuk baru media.

Ada dua karakter ” baru” dari media yang bertumbuh lewat internet itu. Pertama, kecenderungannya menyajikan peristiwa secara cepat dan dihadirkan lewat beragam platform sekaligus, dari video, suara dan teks. Kedua, melalui teknologi digital, pesan atau informasi menyebar secara horisontal, dari satu pengguna ke satu komunitas, atau sebaliknya. Misalnya, kemunculan YouTube, aplikasi jejaring sosial berbasis video, membuat berbagai peristiwa penting dikirim oleh individu dan dengan sekejap informasi bergambar itu bisa diakses secara global. Itu sebabnya, mengingat aspek strategis dari multimedia, YouTube dibeli oleh Google seharga US$ 1,6 miliar, dua tahun silam.

Pendek kata, internet telah mengubah cara produksi dan distribusi informasi. Dari aspek indutri media, ini termasuk lompatan penting setelah Guttenberg menemukan mesin cetak lima abad silam. Di Indonesia, ada 33 juta pelanggan internet pada 2008, yang angkanya diperkirakan terus menanjak tajam tiap tahun. Seiring bertumbuhnya infrastruktur teknologi informasi ini, sejumlah industri penyedia jasa telekomunikasi selular bahkan telah melebarkan urusannya ke bidang isi. Mereka kini tak hanya menyiapkan layanan jaringan, tetapi juga penyedia isi atau ”content provider”.

Artinya, kesiapan infrastruktur bagi jalan dan berkembangnya media informasi digital kini lebih matang dibandingkan lima tahun silam. Internet telah menghimpun jutaan situs informasi dalam satu jaringan global. Internet juga mempermudah setiap orang mencari dan mendapatkan informasi dalam beragam bentuk, dari gambar, teks dan juga suara.

Sejumlah media tradisional seperti cetak dan siaran berbasis elektronik pun terpaksa melakukan perubahan besar, dengan menghadirkan versi online di internet, dan mempertajam persaingan mereka di ranah media digital. Di Indonesia, kita menyaksikan munculnya news site sekaligus megaportal seperti Kompas.Com, yang menyatukan beragam platform media dari Grup Kompas Gramedia. Kehadiran Kompas.Com meramaikan bursa media digital yang sejak lama dikuasai oleh Detik.Com.

Dari dunia siaran elektronik, Grup MNC juga menghadirkan konvergensi media lewat Okezone.Com, yang menyatukan ragam media elektronik dan cetak di bawah Grup itu. Begitu juga dengan Visi Media Asia (VIVA) yang membawahi ANTV dan TVOne memutuskan membentuk lini konvergensi melalui VivaNews.Com. Sementara Jawa Pos Grup dikabarkan segera menyatukan aneka platform media cetak daerah dan televisi lokal mereka dalam satu media online. Konvergensi tampaknya telah menjadi strategi baru bagi industri media nasional.

Maka, menarik untuk melihat bagaimana para pelaku bisnis media membaca kecenderungan konvergensi ini. Bagaimana sebetulnya prospek New Media ini di Indonesia? Lalu, bagaimana internet membentuk jurnalisme baru dan mempengaruhi bentuk media di dalam kehidupan berbangsa? Untuk menjawab dua pertanyaan besar itu, seminar kali ini akan mengambil dua topik besar, 1) Peluang dan tantangan bisnis New Media, dan 2) Teknologi informasi sebagai alat demokratisasi.

Bermain-main Dengan Cutout

Trik Edit Foto November 15th, 2008

Dalam banyak hal proses bermain-main dan mencoba-coba sesuatu yang baru itu perlu, termasuk dalam dunia fotografi dan edit foto. Ini paling tidak untuk menghindari kejenuhan dalam dunia kerja yang seringkali menyebabkan karya-karya kita tampil monoton.

Cutout

Dalam tulisan tehnik Edit Foto kali ini saya mencoba mencoba-coba efek filter Cutout. Prosesnya sebenarnya sangat sederhana. Tapi hasilnya secara visual cukup menarik, benar ga? :D.

Foto yang saya edit kali ini bukan karya foto saya sendiri, saya mendownloadnya dari internet dengan pertimbangan ceweknya cakep… fotonya bagus dan pantas untuk dikoleksi. Baiklah untuk tidak bertele-tele, prosesnya editing yang saya lakukan seperti di bawah ini.

  1. Buka file foto di Adobe Photoshop.
  2. Melakukan cropping foto untuk membuang bagian yang saya anggap tidak menarik dengan tool cropping yang tersedia di toolbar.
  3. posteredgeSebelum menggunakan filter Cutout terlebih dahulu saya edit dengan menggunakan filter Poster Edge. Langkah ini saya lakukan agar tekstur foto tetap terlihat saat kita menggunakan filter Cutout. Ini masalah kebiasaan saja, karena pengaturan ketajaman tekstur pada penggunaan filter Cutout sebenarnya juga tersedia.
  4. Cutout1Saya gunakan filter Cotout untuk pertama kalinya, dan mengatur Number of Levels pada nilai maksimal yakni 8 dan juga edge Fidelity-nya pada nilai 3, sementara untuk Edge Simplicity-nya saya buat nol. Untuk mengetahui perubahan dari masing-masing efek, Anda bias mencoba-cobanya sendiri.
  5. Saya gunakan filter Cutout lagi, kali ini pengaturan Number of levels-nya saya letakkan pada nilai nol begitu juga dengan Edge Simplicity-nya, sedangkan Edge fidelitynya tetap pada nilai maksimal.
  6. Saya menggunakan dua kali pemfilteran Cutout untuk mendapatkan tekstur yang yang saya inginkan dibagian mata model. Karena saat menggunakan satukali filter hasilnya terlalu gelap di bagian itu. Ini menurut pendapat subyektif saya lho…
  7. Langkah terakhir saya mengatur kontrasnya dengan tool brightness/contrast dan juga tool curves yang terletak di topbar menu.

Powerful strombolian eruption at Stromboli volcano

Foto Free October 28th, 2008

Powerful strombolian eruption at Stromboli volcano

Uploaded by volcanodiscovery on 30 Apr 08, 4.02PM PDT.

Nyiragongo volcano’s lava lake

Foto Free October 28th, 2008

View onto the boiling lava lake inside the giant crater of Nyiragongo volcano. The lake has a diameter of approximately 250m !
Want to join on an expedition to this volcano? - contact me or visit the website: www.volcanodiscovery.com

Indomagz Wordpress Themes Magazine

Wordpress October 9th, 2008

Indomagz Magazine Galeri X Galeri Y

Pada mulanya ini hanyalah proyek pribadi, saya yang mantan fotografer tentu ingin punya situs sendiri, sebuah situs untuk galeri foto pribadi. Karena keterbatasan dana dan skill, saya memilih mencari-cari wordpress themes gratisan yang bertemakan galeri foto.

Sebenarnya ada beberapa wordpress themes dengan tema konten seperti yang saya inginkan. Akan tetapi kebanyakan, theme-theme tersebut tidak mudah untuk digunakan. Mungkin kesulitan tersebut akibat kebodohan saya sebagai orang awam dan hampir tidak mengerti sama sekali tentang tehnik dan logika penulisan pada script PHP.

Tapi semua kesulitan itu sudah berlalu. Setelah saya menemukan Indomagz Wordpress Magazine Theme buatan anak negeri. Indomagz adalah Wordpress Premium Themes yang telah diubah oleh Mas Agus MU dan di-release secara gratis. Anda bisa mendapatkannya di sini.

Dalam bundel Indomagz zip kita akan memperoleh themes, keterangan themes dalam bentuk PDF serta 4 buah wordpress plugins pendukung yang telah dimodifikasi oleh Mas Agus MU. Penggunaannya diberikan secara gratis dengan ketentuan tidak mengganti footer link yang dibuat oleh Developernya.

Jika Anda tidak ingin menampilkan footer-link tersebut supaya situs nampak lebih elegan dan professional, Anda wajib mengganti sebesar $20 atau kurang dari 200ribu rupiah  untuk menghapus footer link tersebut jika tidak ingin terkena klaim pelanggaran hak cipta.

Indomagz 2.0 mempunyai 2  tampilan galeri foto yang penggunaannya sangat mudah. Anda tinggal merename category-x  atau category-y menjadi index.php. Sementara itu index.php dan home.php yang digunakan secara default pada themes ini ganti dengan nama lain alias jangan digunakan. .

Tapi sebaiknya kedua file php tersebut jangan dibuang atau dihapus. Ini untuk berjaga-jaga jika Anda merasa bosan dengan tampilan galeri foto yang terkesan monoton dan ingin kembali menampilkan themes magazinenya. Anda bisa melihat salah satu tampilan galeri foto themes ini yang menggunakan category-x di situs ini.